Senin, 08 Juli 2013

Sebuah analisis



Semiotika dalam naskah lakon Bayang-bayang Pohon Bakau
Karya : Wahyudin
oleh : Fauzi
    Sinopsis 

Selama lebih dari lima belas tahun Marji dan istrinya masih tetap bertahan tinggal di kampung itu. Semua penduduk telah pergi meniggalkan pemukiman, tambak-tambak mereka jual kepada pihak perusahaan kilang minyak dengan alasan kampung yang mereka diami akan tenggelam oleh air laut. Selama itulah marji setiap hari menanam pohon bakau,  ranting pohon bakau tersebut di jaul ke pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kedatangan Rahmin pada hari itu membuat Marji sangat marah karena Rahmin meminta lahan bakaunya untuk dijadikan pelabuhan kilangnya dengan janji bekerja sama. Marji tetap menolak permintaan itu, dia juga tahu gara-gara Rahmin menyebarkan isu palsu membuat penduduk meninggalkan kampung, bukan itu saja para penduduk juga harus menjual tambak-tambak mereka pada pihak perusahaan kilang minyak agar tidak mengalami kerugian yang besar. Karena tidak bisa mempengaruhi Marji, akhirnya rahmin cuba mempengaruh Samiah istri Marji membuat Marji semangkin marah sehingga terjadi pertengkaran antara meraka. Pertengkaran yang tak berujung membuat Marji pergi meninggalkan rumahnya untuk mencari bukti dan kebenaran. Sepeninggalan marji, Rahmin tetap saja cuba meyakinkan Samiah tetap saja percaya terhadap suaminya Marji. Betapa terkejutnya Rahmin melihat Marji datang bersama Samsani, mantan kepala desa mereka dulu. Marji meminta kepada Samsani untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Samsanipun menceritakan bahwa ia di beri uang sebesar lima juta rupiah untuk meyakinkan warga agar meninggalkan kampung. Ternyata Rahmin telah memalsukan tanda tangannya untuk mempermudah pihak perusahaan kilang minyak beroperasi. Mendengar tuturan dari Samsani membuat rahmin sangat marah sehingga ia berani mencekik Samsani tapi Samsani bisa mengatasinya dan Marji turut membela Samsani, dengan mengusir Samsani pergi.
B.     Adegan
Naskah lakon Di Bawah Bayang-Bayang Pohon Bakau karya Wahyudin terbagi dua adegan. Adegan pertama dilaog Marji dengan Samiah dan Rahmin. (Lihat halaman 2-16) . Eksposisi terlihat di adegan ini dialog antara marji, Samiah dan Rahmin (Lihat halaman : 2-8 : Dialog : 1-89).   Adegan kedua ketika Marji kembali bersama Samsani ( Lihat halaman : 16-19 Dialog : 90-154). Komplikasi juga terdapat di bagian ini ketika rahmin meminta kepada marji agar memberika lahan bakaunya kepada pihak kilang minyak dengan cara bekerja sama. ( Lihat halaman : 9 : dialog : 99). Anti klimaks juga terlihat, bagian ini ketika Rahmin cuba menjelaskan kepada Samiah tentang keinginannya kemudian dibentak keras oleh Marji. ( Lihat halaman : 13 dialog : 146-154)
Adegan ke dua dalam naskah lakon ini ditandai dengan kedatangan Marji dan Samsani. (Lihat halaman : 16-19). Bagian ini juga terlihat Resolusi dimana dengan kedatangan Samsani untuk menyelesaikan apa yang sedang terjadi. (Lihat dialog : 200-204). Konklusi terlihat ketika samsani mebicarakan bahwa Rahminlah yang menjadi dalang atas perginya para penduduk. ( Lihat dialog 205-208). Sedangkan Katasfrop terlihat ketika Samsani menunjukkan bahwa Rahmin telah memalsukan tanda tangannya. (Liahat dialog : 210). Adomen terjadi ketika semuanya sudah terungkap kebenaran sehingga tidak ada lagi pembelaan dari Rahmin atas perbuatnya, diapun di suruh pergi. (Lihat dialog)
C.    Plot
            Plot/alur dalam naskah lakon ini adalah alur maju bergerak secara linier dari eksposi sampai ke bagian donomen ini sudah di jelaskan pada poin sebelumya.
D.    Penokohan
§  Tokoh Marji
Marji sangat perhatian dan penyayang kepada istrinya terlihat ketika di menanyakan apakah istrinya lagi sakit. (Lihat dialog : 22). Selain itu Marji juga penyabar ia tidak mau melanjutkan pernyaan-pertanyan kepada istrinya ia lebih memilih untuk kembali ke pantai untuk menanm bakau di pinggiran pantai. (Lihat dialog : 28). Marji juga bisa marah ketika Rahmin masih terus memaksanya untuk menyerahkan lahan bakaunya. (Lihat dialog : 146, 154,). Marji juga mempunyai sikap bertanggung jawab bisa dilihat ia bisa mempertanggung jawabkan atas apa yang ia katakan. Ia memanggil Samsani untuk menyelesaikan persoalan. (Lihat dialog : 184)
§  Tokoh Samiah
Samiah sosok yang sangat penyayang dan perhatian ini terlihat ketika ia masih ingat ulang tahun suaminya. (Lihat dialog : 50). Selain itu Samiah seorang istri yang setia terlihat kita Rahmin cuba mempengaruhi dirinya ia tetap percaya kepada suaminya. (lihat dialog : 166, 167)
§  Tokoh Rahmin
Rahmin tokoh yang sangat cerdik dan pandai menfaatkan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri karena dia telah berhasil memperdaya Samsani dengan memberi uang agar meluluskan usaha pihak kilang minyak. (lihat dialog-dialog Samsani). Selain itu Rahmin sorang yang licik, dan tidak jujur ini terlihat ketika ia memalsukan tanda tangan Samsani. (Lihat dialog-dialog Samsani)
§  Tokoh Samsani
Samsani orang yang jujur, ini terrlihat ia mengaku pernah di beri uang oleh Rahmin dan ia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
E.     Latar
§  Tempat kejadian dalam naskah ini terjadi di rumah Marji ini bisa di lihat dialog Samaiah menyapa suaminya dan ketika samiah berkata ia tidak melihat dapur, lbih jelas ketika ia membuat air untuk marji dan Rahmin. (Lihat halaman : 1,5, 6, dan 8)
§  Waktu dalam naskah ini terjadi pada pagi hari terlihat ketika dialog Samiah ia menanyakan berapa batang bakau yang di tanam oleh marji pagi ini. (Lihat dialog : 1). Waktu siang terjadi ketika kedatangan Rahmin ia mengatakan, selamat siang,. (Lihat dialog : 49). Wkatu sore ketika Samiah berdialog dengan Samiah pada bagian akhir. (Lihat dialog : 213)
§  Suasana dalam naskah lakon ini ada romantis, sedih dan menegangkan. Bagian romantis ketika dialog marji dan Samiah. (Lihat dialog : 50-75). Suasana sedih ketika Samiah menahan rasa ketika Rahmin menghina suaminya dan dia tetap percaya kepada suaminya. (Lihat dialog : 155-183). Suasan menegangkan ketika pertengkaran antara Marji dan rahmin bagian akhir pertengkaran antara Rahmin dengan Samsani. (Lihat dialog : 147-154, 188-210).
F.     Dialog
Dialog-dialog yang tercipta merupakan sebab akibat hubungan emosi antar tokoh artinya maksudnya adalah :
¨      Saiapa yang di bicarakan
¨      Siapa yang mendengar
¨      Siapa yang berbicara dan
¨      Dialog-dialog yang menyatakan, tempat dan waktu
Selain itu dalam tindakan, bicara atau bertutur di jelaskan oleh Jl Austin menjelaskan  ada tiga hal yang harus di perhatikan :
1.      Lokusi suatu yang di ciptakan atau di buat yang mempunyai makna tertentu
2.      Ilokusi Motif kalimat yang bermakna itu
3.      Perlokusi Efek kalimat yang bermakna
Katiga unsur diatas juga dapat di lihat dalam naskah lakon ini yaitu ketika Marji menyuruh Samiah membuatkanya teh dan mengambil nasi bungkus. (Lihat Dialog : 57). Kedatangan Rahmin juga bisa dilihat ketika Marji menyuruh Samiah membuat teh untuk Rahmin. (Lihat dialog : 86).
Selain penjelasan di atas di dalam naskah lakon juga terdapat perintah pementasan yang di sebut Intra dialog (bersama dialog menunjukkan tokoh dalam naskah lakon), dan ekstra dialog, (memerintahkan, situasi dan suasana).







Poskan Komentar