Senin, 08 Juli 2013

MASYARAKAT DAN BUDAYA MELAYU



MASYARAKAT DAN BUDAYA MELAYU
Penulis : Ismail Hamid
Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian
Pendidikan Malaysia-Kuala Lumpur 1991


Buku ini merupakan suatu pengenalan tentang beberapa prospek pemikiran dan kebudayaan melayu dari zaman pra Islam hingga ke zaman modern. Disini dibahas mengenai latar belakang sejarah bangsa melayu dan bahasa melayu, kepercayaan masyarakat melayu dari tingkat animisme, pengaruh hindu hingga peyebaran Islam dalam kebudayaan melayu.

Kepercayaan animisme, merupakan suatu tahap perkembangan pemikiran melayu pada zaman pra-Islam. Ia merupakan suatu corak pemikiran animisme dalam mayarakat melayu yang perlu direkodkan sebagai suatu kenyataan sejarah tentang warisan kepercayaan melayu. Peradapan tentang tradisi seperti sistem……., adat istiadat, kesenian tradisi dipahami untuk melihat perubahan budaya yang dialami masyarakat melayu. Perubahan masyarakat melayu dapat dilihat melalui sistem nilai dan budaya estetika, sistem pendidikan, sistem politik dan sebagainya merangkumi keseluruhan pribadi masyarakat melayu.

  1. Orang Melayu dan Sejarah Asal Usulnya
Berbagai pendapat tentang etimologi kata “melayu” telah diberikan oleh para ahli seperti:
     - Werndly,
kata “melayu” berasal dari kata “melaju” dasar katanya  laju bermakna cepat, deras dan tangkas, dengan pengertian bahwa orang melayu bersifat tangkas dan cerdas, segala tindak tanduk mereka cepat dan deras
-          Van der Tuuk,
Berpendapat bahwa perkataan melayu berarti penyeberang, pengertiannya bahwa orang melayu menyeberang atau menukar agamanya dari Hindu- Budha kepada Islam
-          Hollander,
Memberi makna melayu sebagai pengembara, tegasnya bahwa orang  melayu suka mengembara atau menjelajah dari satu tempat ketempat lain.
-          Harun Aminurrashid.
Menyatakan melayu berasal dari istilah bahasa sanskit yaitu “malaya”, atau dari perkataan Tamil yaitu “malai” yang berarti bukit atau tanah tinggi
-          Orang Portugisnya ,
meyebutnya sebagai “malayo”
-          Omar Amir Husin,
Kata melayu berasal dari satu daerah dinegri persia bernama Mahaluyah. Penduduk Mahaluyah telah mengembara ke Asia Tenggara dan menetap si Sumatera dan kepulauan sekitarnya. Suku mahaluyah itulah yang membawa pengaruh kebudayaan Persia di daerah ini ( seperti dalam kesusastraan melayu) beliau jiga mengatakan kata melayu mungkin berasal dari nam-nama guru-guru yang bergelar “Mulaya”, guru inilah yang berperan menyuburkan kebudayaan melayu.


-          Darus Ahmad,
Kata melayu diambil dari sejenis pohon yang harum baunya yaitu pohon gaharu. Orang India masa silam meyebut Semenanjung Tanah Melayu sebagai negara gaharu .
-          I-Tsing
Juga telah meyebut kata Mo-Lo-you dalam tulisannya sejak abad ke-7 masehi, istilah melayu digunakan pada nama suku-suku yang tersebar di daerah-daerah tanah melayu dan sumatera. Kemudian istilah melayu terkenal pada kerajaan melayu di Sumatra berjaya menguasai kerajaan Sriwijaya pada abad ke-13 masehi.

Tentang asal usul bangsa melayu, juga banyak pendapat yang dikemukakan para ahli seperti :
-          Van Ronkel,
Berpendapat bahwa bangsa melayu ialah orang yang bertutur bahasa melayu dan mendiami semenanjung tanah melayu, kepulauan Riau Lingga serta beberapa daerah sumatara khususnya di Palembang.

-          Robequin,
Menyatakan alam melayu meliputi semenanjung tanah melayu, Singapura, Indonesia, Philipina, tidak termasuk New Guinea dan pulau-pulai , Milanesia
-          Benton William,
Menyatakan bangsa melayu itu adalah penduduk yang mendiami Asia Tenggara dan pulau-pulau dekatnya. Nenek moyang melayu berasal dari bangsa Austronesia Proto, Melayu Proto, Mongoloid, Indonesia ( Malayan) suku bangsa ini berasal dari daerah Yunan di Cina Selatan mereka mengembara ke selatan melalui lembah sungai mekong (kira-kira 2500-1500 sebelum masehi). Kemudian mereka mendiami semenanjung tanah melayu, kepulauan Indonesia, Madagaskar dan pulau-pulau Timur.
-          Hendrik Kenu dan Von Hiene Geldren,
Menyatakan terdapat dua kumpulan pengembara yang telah sampai ke kepulauan melayu dan yunan, kelompok pertama disebut “melayu Proto”, kedua “ Melayu Deutro”. Kelompok melayu deutro dan sampai keasia tenggara mereka telah menghalau orang melayo proto ke gunung dan hutan rimba. Golongan melayu proto membentuk masyarakat dipedalaman yang dikenal sebagai Jakun, Mah meri, Jahut, Temuan dan Biduanda, Sementara orang melayu deutro dikatakan sebagai nenek moyang orang melayu dewasa ini.
Kesimpulannya dapat dilihat bahwa orang melayu dari segi sosial dan budayanya yang lebih luas, meliputi penduduk yang mendiami semenanjung tanah melayu dan gugusan pulau-pulau melayu atau nusantara, disebabkan penjajahan yang suka memecah belah orang melayu, maka terjadilah banyak kelompok-kelompok bangsa melayu di dunia ini.

Defenisi Orang Melayu

Menurut Syed Husin Ali, orang melayu dari segi lahiriah biasanya berkulit sawo matang, berbadab sederhana dan tegap, selaku berlemah lembut serta berbudi bahasa, Tapi untuk menjelaskan identitas orang melayu agak sulit karena orang melayu sering berubah dan berkembang tergantung keadaan dan kepentinganya. Dari segi budaya, defenisi melayu meliputi penduduk kawasan yang lebih luas yaitu gugusan pulau-pulau melayu terdiri dari Malaysia, Indonesia ,Fhilipina dan lainnya. Tapi dari segi undang-undang perlembagaan Malaysia : fasal 160 arti melayu adalah “ seseorang yang menganut agama islam, lazimnya bercakap bahasa melayu, menurut adat istiadat melayu………..”.
Menurut Aris Osman defenisi orang melayu berdasarkan sosio budayanya, seperti etnik Minangkabau, Jawa, Bugis, Banjar, Mandailing dan lainnya.

Dilihat dari segi perlembagaan Malaysia, seseorang melayu boleh siapa saja  asal menganut agama islam, berbahsa islam dan mengamalkan adeat istiadat orang melayu. Seseorang Cina, India, dan bangsa lainnya boleh menjadi melayu jika ia melaksanakan syarat yang ditetapkan. Oleh sebab itu bangsa lainnya yang menganut agama islam ia dikatakan “masuk melayu”.

Sejarah Bangsa Melayu

Bebagai bukti menunjukkan bahwa kawasan alam melayu sudah didiami manusia sejak zaman Pleistosen ( zaman air batu). Seeorang sarjana Belanda E.Dubois, telah menemui fosil-fosil (tengkorak, gigi, dan tulang paha) disebuah desa pinggiran Bengawan Solo disebut “pithecanthropus Erectus” (manusia kera) yang berjalan tegak, dikatakan sebagai asal usul nenek moyang manusia, menurut Koenjaraningrat, mahluk pithecanthropus termasuk Meganthropus Paleojavanicus, yang dianggap sebagai manusia pendahulu dikawasan Asia Tenggara (2.000.000 hingga 200.000 tahun yang lalu), para ahli berpendapat, walaupun manusia tertua ini balum dapat mencipta bahasa, tapi mereka sudah menggunakan adat-adat batu atau kayu.
Menurut Mubin Sheppard, kesan awal orang melayu yang mendiami semenanjung melayu berupa alat-alat dari batu dan tembikar dan telah ditemukan di gua-gua. Pada tembikar ada ukiran yang indah yang menunjukan penilaian mereka yang tinggi terhadap seni. Menurut beliau, orang melayu telah mendiami kawasan Kampuchea hinga semenanjung Malaysia dan pulau-pulau selatan. Orang melayu telah mengetahui ilmu pelayaran sejak 3000 tahun sebelum masehi. Melalui hubungan pelayaran ini mereka dapat berhubungan dengan negeri lainnya yang menghasilkan penemuan berbagai artefak, seperti “ 6 buah gendang gangsa”. Gendang itu dipercayai berasal dari “DONG SON” yang terletak di Indonesia.
Menurut G. Coedes, penduduk pribumi nusantara pada zaman pra sejarah sudah memiliki peradapan, seperti pada bidang ekonomi mereka sudah menjalankan usaha pertanian padi, bertenak binatang, mengusai ilmu pelayaran dan penggunaa logam. Dengan logam mereka menciptakan alat-alat pertanian seperti bajak dan kapak yang sudah punya lobang seperti yang ditemui di Sprint Cave.
Linton, telah membuat hipotesis bahwa orang melayu pada zaman pra sejarah sudah mempunyai sistem kepercayaan terhadap kuasa-kuasa luar biasa atau animisme, mahluk alam gaib yang menguasai alam semesta, gejala-gejala alam, arwah nenek moyang, kepercayaan kepada dewa agung, dewa bintang, dewa langit dewa bumi dan sebagainya. Sementara itu G. Cordes dalam bukunya The Indianised States of Southheast Asia. Mengatakan orang melayu bukanlah manusia primitif, Begitu juga N.J Krom berpendapat bahwa sebagai syarat-syarat peradapan masa itu pada wujud menuju permainan kesenian seperti wayang kulit, gamelan dan kepandaian mencipta batik.

KERAJAAN MELAYU YANG TERAWAL

Sebagai suatu kelompok manusia, orang melayu tidak lepas dari konflik sesama atau kelompok, konflik ini mengakibatkan perselisihan dan peperangan. Konflik itu disebabkan faktor rebutan kawasan pengairan, sawah atau perdagangan. Demi menyusun pertahanan kawasan yang luas, orang melayu memerlukan data organisasi politik, perkembangan politik ini lahirlah kerajaan-kerajaan melayu yang awal dialam melayu.
Catatan-catatan Cina meyebutkan kerajaan-kerajaan melayu sejak awal kurun masehi, salah satunya adalah kerajaan Langkasuka (Lang ya Has) yang berpusat di segenting kra dengan daerah kekuasaanya meliputi negeri Patani. Di bagian selatan kerajaan melayu yang terkenal dengan kerajaan Sriwijaya (abad ke 7 – 13 ), kerajaan Majapahit abad ke 13-14, sama dengan kerajaan Pasai, kerajaan melayu Brunai pada abad ke 13-18, kerajaan Patani abad ke 13-18, kerajaan Malaka abad ke 15, kerajaan Aceh abad ke 16-17 dan kerajaan Johor-Riau abad ke 16-19.  Disamping itu kerajaan melayu keceil seperti Temasik, Kelantan, Kedah, Bruas dan lainnya.

  1. BAHASA MELAYU

Melalui perantara bahasa, manusia dapat berkembang satu sama lain baik secara lisan maupun tulisan. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan fikiran dengan jelas, maka ucapannya harus mengandung makna.
Sejarah bahasa itu menerangkan asal usul kelahiran suatu bahasa dan perkembangan penulisannya. Penulisan yang tertua dalam sejarah bahasa ialah bahasa mesir kuno dan Cina kira-kira 5000 tahun yang lalu
Menurut ahli sejarah bahasa melayu berasal dari bahasa Austronesia (bahasa Malay Polinesia). Rumpun bahasa-bahasa Austronesia terbagi atas kelompok besar yaitu Nusantara (Malaysia, Indonesia, Filifina dan Madagaskar), Melanesia ( Iran, Karolim dan Salmon) Polinesia ( Maori, Hawaii dan lainnya). Bahasa melayu termasuk dalam kelompok bahasa nusantara. Kelompok bahasa nusantara ini terbagi pula jadi dua rumpun bahasa yaitu bahasa Nusantara Barat seperti bahasa Malaysia, Aceh, Melayu, Jawa, Sunda, Dayak dan Tagalog dan bahasa Nusantara Timur mengandung bahasa Solo Roti, Sika dan lainnya.
Bangsa Indo-Melayu atau Austronesia yang datang ke alam melayu pada awalnya memakai bahasa melayu proto ( induk bahasa melayu). Bahasa yang berasal dari Induk yang satu mulai berkembang didalam lingkungannya. Oleh sebab itu lahirlah Dialek dan seterusnya berkembang menjadi bahasa-bahasa yang berlainan seperti bahasa Jawa, Dayak, Minangkabau, Batak dan lainnya. Jika diselidiki perbendaharaan kata  bahasa-bahasa tersebut akan terdapat banyak persamaan satu sama lain yang menunjukan semua bahasa itu berasal dari satu induk bahasa yaitu bahasa melayu proto. Kini bahasa melayu proto telah berkembang pada sekitar 150 cabang bahasa lainnya.
Diperkirakan sejarah bahasa melayu di Jambi. Menurut catatan Cina, kerajaan melayu Jambi tahun 644 masehi pernah mengirim satu utusan ke negri Cina, jika kerajaan melayu sudah mempunyai hubungan diplomatik antar bangsa, sewajarnya kerajaan melayu tua telah mempunyai kebudayaan yang tinggi dan bahasa yang maju.
Sejak abad ke 7 masehi, kerajaan Sriwijaya sudah terkenal di Asia Tenggara sebagai pusat ilmu pengetahuan agama Budha. I-Tsing ( orang cina yang berkunjung ke Sriwijaya) mengatakan bahwa bahasa melayu kuno digunakan sebagai bahasa pengajaran di pusat pengajian Budha di Sriwijaya, dalam mengajar bahasa Sanskrit dan falsafah agama Budha. Bahasa sanskrit merupakan bahasa kitap Veda ( Hindu) dan juga bahasa kaum bangsawan.
Akibat pengaruh bahasa sanskrit, bahasa melayu kuno mengalami perubahan, perubahan ini terjadi dengan masuknya kata-kata bahasa sanskrit kedalam bahasa melayu kuno yang meliputi seluruh   kehidupan orang melayu, bukti adanya pengaruh ini terlihat pada batu bersurat yang ditemui ditempat-tempat dibawah ini :
·         Batu bersurat Talang Tuwo (684 T.M)
·         Batu besurat Telaga Batu dan kedukan bukit- Palembang (683 T.M)
·         Batu bersurat Karong Berahi, sungai Merangin di Hulu sungai Jambi dan Batu bersurat kota Kapur di Bangka (686 T.M)
·         Batu bersurat Kertanegara (1285 T.M)
·         Batu bersurat Pagar Ruyong dan batu bersurat Suruaso atau Suroasa di Hulu Sungai Batang Hari (1375 T.M)

Bahasa melayu bukan bahasa yang statis, tapi dinamik, senantiasa berkembang mengikuti arus perkembangan zaman, terutama dalam penggunaan kata-kata pinjaman. Abad ke 13 dan 14 merupakan zaman peralihan dengan datangnya agama islam. Pada zaman peralihan ini terdapat beberapa batu bersurat yang menun jukan perubahan bahasa melayu, contohnya memakai kata-kata arab ( di Pagar Ruyong 1356) ini melihatkan adanya pengaruh bahasa arab dalam bahasa melayu.
Melalui pengaruh Islam dan huruf arab dalam penulisan melayu, bahasa melayu telah berkembang pesat dan menjadi bahasa yang kaya dengan berbagai istilah yang dipinjam dari perbendaharaan kata Arab dan Parsi. Dengan perkembangan itu, bahasa melayu menjadi bahasa pengantar dalam penulisan yang bercorak agama Islam dan karya-karya sastra, bahasa melayu menjadi bahasa pengantar dalam dakwah Islam didaerah ini. Selanjutnya bahasa melayu telah mencapai taraf bahasa Lingua Franca atau bahasa perhubungan bagi daerah ini.

  1. KEPERCAYAAN ANIMISME
Menurut E.B. Taylor, manusia yang awal hidup di dunia menempuh pengalaman seperti mimpi , khayalan dan peristiwa kematian. Perisitiwa-peristiwa yang ditempuh itu menjadi tanda tanya kepada mereka, sehingga mereka berfikir dan menyakini wujudnya roh (spirit) dalam diri manusia, dan disebut sebagai animisme.
Animisme merupakan satu kepercayaan yang terdapat dikalangan masyarakat yang masih dalam kehidupan sederhana. Animisme ini diciptakan oleh E.B Taylor dari perkataan latin “anima” dan animisme berarti kepercayaan kepada mahluk-mahluk halus (spiritual beings). Kepercayaan yang kepada mahluk halus dan roh merupakan azas kepercayaan agama yang mula tumbuh dalam alam pemikiran manusia primitif.
Dalam masyarakat yang sedang berkembang seperti suku bangsa melayu, ciri-ciri animisme masih ada, terutama pada masyarakat pedalaman, walau sudah ada gerakan modernisme dalam islam yang memerangi kepercayaan lama ini yang dianggap sebagai khurapat dan tahyul.

  1. PENGARUH HINDU

Berdasarkan penemuan di Kalimantan Timur, kira-kira abad ke 4 masehi terdapat kerajaan Hindu di Kalimantan dengan rajanya Mulawarman. Agama Hindu yang dianut masyarakatnya adalah dari aliran Brahmaisme. Pada abad ke7 di Sumatra terdapat dua kerajaan melayu dengan pengaruh Hindu , yaitu yang berpusat ditepi sungai Batang Hari dann yang Berpusat di Palembang yaitu Sriwijaya. Di Jawa kerajaan Hindu yang termansur adalah kerajaan  Mataram dengan rajanya yang bernama Sanjaya beragama Hindu dan digantikan oleh raja prapanca yang beragama Buddha. Kerajaan Mataram mendirikan candi-candi seperti Borobudur, Mendut, Sari, Kalasan dan lainnya.

AGAMA HINDU dan BUDHA di ALAM MELAYU

Sebelum agama Hindu dan Budha dibawa ke alam melayu, penduduk didaerah ini menganut faham agama yang bercorak animisme. Agama Hindu dibawa dari India dan mendapat tempat dikalangan raja-raja melayu dan jawa. Walaupun agama Hindu menjadi panutan poenduduk daerah ini ( khususnya kalangan  raja dan  kaum bangsawan), namun unsur kepercayaan lama masih, terus diamalkan sepertio pemujaan kubur datuk nenek yang sering dilakukan raja-raja Hindu di Jawa seperti Hayam Wuruk.
Setelah agama Hindu berkembang di alam melayu adalah Gunawarman ( bekas raja di Kasyimir India ). Agama Hindu dan Budha menghadapi perubahan yang radial dialam melayu. Walau kedua agama ini menjadi satu yaitu Hindhu-Budha. Misalnya dalam bentuk baru ini budha menjadi Visynu, sedang visyna adalah diantara dewa-dewa yang utama dalam konsep Trimurti dalam agama  Hindu. Warisan proses pembauran ini digambarkan. Dalam dalam agama doktrin Hindhu Bali. Doktrin ini menerima kedudukan”Pedanda Budha” yaitu pendeta agama budha dalam upacara keagamaan. Proses pembauran antara agama Hindu dan Budha telah berlaku di alam melayu melalui kerjasama antara agama Hindu dan Budha telah berlaku dialam melayu kerjasama antara pendeta dari kedua agama dalam melakukan upacara-upacara tertentu.

PENGARUH HINDU DALAM PEMIKIRAN MELAYU
Sebelum agama Hindu berkembang di alam melayu, orang melayu di pengaruhi oleh paham animisme, paham ini berbentuk kepercayaan kepada semangat, pemujaan roh nenek moyang dan mahluk alam gaib. Kepercayaan animisme adalah kepercayaan yang amat komplek. Kepercayaan ini mengatur tingkah laku manusia terhadap alam sekeliling, karena mereka percaya bahwa setiap fenomena alam mengandung kekuatan gaib atau penunggu. Pengaruh pemikiran hindu ini terdapat dalam warisan seperti jampi-jampi dan mantera. Pemikiran hindu yang diwarisi dalam sastra melayu banyak membicarakan alam khayalan yang didiami oleh dewa-dewa yang diketuai oleh Batara Guru, seperti Hikayat Seri Rama yang menceritakan watak tokoh Seri Rama sebagai jelmaan dewa pemelihara.

PENGARUH HINDU DALAM SISTEM PEMERINTAHAN
Menurut Coedes kebudayaan hindu yang berkembang di asia Tenggara hanya bertumpu dikalangan kaum bangsawan. Jadi tidak heran banyak terdapat kesan bahwa pengaruh hindu dalam sistem pemerintahan melayu tradisional. Konsep raja dan kerajaan adalah dari istilah kebudayaan hindu, sementara keonsep negeri atau negara dalah dari kata sanskrit, artinya masyarakat yang hidup dalam suatu daerah secara berkawasan, Raja di samakan dengan konsep “Devaraja” atau pemerintah yang sama kedudukannya dengan dewa-dewa. Konsep devaraja merupakan tradisi Brahmin yang beranggapan bahwa raja mempunyai kuasa penuh dalam urusan agama dan kepercayaan. Oleh sebab itu “Raja sebagai dewa”, maka statusnya amat tinggi dan merupakan wakil Tuhan di dunia. Kedudukan raja amat tinggi disisi rakyat. Baginda dipercaya sebagai orang suci karena didalam sarafnya mengalir darah putih, oleh sebab itu orang kebbanyakan dilarang meyentuhnya. Raja dianugrahkan kuasa daulat melalui istiadat pertabalan. Orang melayu yang melnaggar daulat akan menerima pembalasan dari kuasa gaib, karena dimurkai raja. Dengan inilah terjadi wujud perang pemisah antara raja sebagai kasta tinggi dengan rakyat sebagai kasta rendah.
Demikian juga pengaruh hindu dalam sitem pewarisan pemerintahan yang berazaskan kepada keturunan yaitu kepada anak raja dari permaisuri raja, Sitem politik hindu dalam gelar pada jawatan pegawai kerajaan hinga pembesar seperti seni paduka bendahara, laksamana dan permaisuri.

PENGARUH HINDU Dalam ADAT ISTIADAT
Adat istiadat melayu bermula sejak seseorang itu lahir, sejak ibu mengandung hingga kanak-kanak itu besar, berbagai adat istiadat dilakukan oleh orang melayu seperti melenggang perut sewaktu ibu hamil, menjejak kaki kebumi sampai pada perkawinan hingga kematian. Upacara itu dilakukan untuk mohon supaya sang dewa memberi kebahagiaan dan kesejahteraan kepada anak tersebut serta seluruh anggota keluarganya. Pengaruh kebudayaan hindu juga terdapat dalam perkawinan yaitu pada penggunaan sirih dan pinang, beras kunyit dan berinai, Tapi dalam  kematian adat hindu tidak diilakukan lagi oleh orang melayu, karena ketentuan Islam sudah dominan terlaksana dalam masyarakat, namun unsur-unsur kepercayaan hindu masih dilaksanakan bagi sebagian orang melayu seperti kenduri kematian meniga hari, menujuh hari, empat puluh hari dan seratus hari.

PENGARUH HINDU Dalam BAHASA DAN SASTERA
Bahasa sanskrit telah mempengaruhi bahasa melayu sejak pengaruh kebudayaan hindu hingga zaman kedatangan Islam pada abad ke 13 masehi. Banyak perkataan sanskrit atau hindu tua yang dipinjam  dan masih dipakai dalam bahasa melayu sampai sekarang. Dalam keagamaan seperti sembahyang, dewa, dewi, dosa, siksa, nirwana. Syurga, neraka, restu serta sebagainya, dan dalam kehidupan sehari-hari seperti budi, karya, jasa, gajah, cipta, boneka, negara, guru, harta, warna,duka, jiwa dan beratus ratus kata sanskrit lain yang tanpa sadar kita pakai itu berasal dari bahasa Hindu tua.
Disamping bahasa, pengaruh sastra India juga banyak berkembang dalam sastra melayu. Epik-epik ramayana dan mahabarata telah melahirkan berbagai prosa atau hikayat dalam sastra melayu. Unsur-unsur sastra Hindu juga mempengaruhi cerita-cerita pelibur lara, cerita jenaka, cerita berbingkai dan sebagainya. Begitu juga pengaruh dalam puisi melayu seperti mantra, seloka dan gurindam.

  1. ISLAM DALAM  KEBUDAYAAN MELAYU
Islam mulai tersebar di alam melayu sejak abad ke 13M. Islam bermula di Pasai sekitar tahun 1297M dan Trenggano pada tahun 1303 M. Kedatangan Islam kedaerah ini telah membawa perubahan yang dinamik dalam kehidupan orang melayu. Prof Taib Osman berpendapat bahwa kedatangan Islam ke nusantara telah membawa perubahan sehingga menjadikannya sebahagian dari dunia Islam. Perubahan itu meliputi semua aspek kehidupan orang melayu, seperti dalam  bidang bahasa, sastra, intelektual, undang-undang, kepercayaan, politik, adat istiadat, kesenian dan lainnya.
Setelah kedatangan Islam , bahasa Arab  sebagai bahasa resmi agama Islam mulai mengambil alih bahasa sanskrit dikalangan orang melayu, Huruf arab digunakan untuk penulisan bahasa melayu yang disebut huruf Jawi, Huruf baru yang berasal dari alquran telah menggantikan huruf Kawi dan Nagari.
Setelah Islam masuk, bahasa melayu mengalami perubahan yang sangat pesat dengan meminjam kata-kata arab, sehingga bahasa melayu menjadi media ilmu pengetahuan seperti Teologi, falsafah, etika dan lainnya. Menurut Van der Kroef, bahasa melayu menerima pangaruh Islam dengan begitu kuat, malah melayu tanpa Islam di ibaratkan sebagai diri tanpa nyawa. Dengan kedatangan Islam ke alam melayu, hingga bahasa melayu mengalami proses pemoderenan dan tersebar luas sehingga menjadikannya Lingua Franca di daerah Nusantara.
Pengenalan ilmu pengetahuan yang bercorak falsafah maka Islam memperkenalkan pemikiran yang bercorak rasional dan intelektual dalam masyarakat melayu. Islam juga menekankan unsur persamaan sosial, keadilan, individual, kemuliaan dan kepribadian insani. Dengan itu Islam merobah pandangan dunia orang melayu dari pandangan bercorak mitologi , fantasi kepada pemikiran yang bercorak intelektual yang berazaskan ilmu falsafah Islam dan Mistik yang rasional dan ilmiah. Dengan demikian Islam menekankan kedua aspek jasmani dan rohani untuk membangun masyarakat melayu.
Terhadap ilmu pengetahuan, Islam di alam melayu mengembangkan tradisi pendidikan dan pengajaran dorongan belajar berawal dari pengajaran membaca alquran untuk tujuan ibadat, pusat pengajian permulaan berawal di mesjid atau surau, kemudian disekolah-sekolah seperti madrasah, pondok pesantren. Bidang ilmu yang dipelajari bahasa arab, fiqih, falsafah, teologi, logika,etika, hadis, tafsir dan lainnya. Melalui sistem pengajian tersebut lahirlah para cendikiawan dan ulama dalam masyarakat melayu untuk menjadi pegawai, guru dan ahli agama, ahli fikir dan pujangga seperti Hamzah Fansuri, Nurudin Alraniri dan lainnya.

              



Poskan Komentar